Bab 2 Pembahasan Pengembangan Sistem (Semester 6) - Wahyu Adi Saputra

Latest

Jumat, 08 April 2022

Bab 2 Pembahasan Pengembangan Sistem (Semester 6)

 

Pengembangan Sistem

 Apa yang dimaksud dengan pengembangan sistem?

Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Pengembangan sistem tentunya harus didukung oleh personal-personal yang kompeten di bidangnya.

Alasan Mengembangkan Sistem Informasi

- Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu bagi perusahaan dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara

- Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan data informasi perusahaan.

- Mengembangkan proses perencanaan perusahaan yang efektif

- Menetapkan investasi perusahaan sebagai sarana produktivitas perusahaani.

- Mengantisipasi dan mencegah kehilangan data secara fisik

- Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan untuk menjalankan sebuah perusahaan

- Memperbaiki produktivitas dan meningkatkan mutu baik sumber daya manusia maupun perusahaan

- Sebagai salah satu tindakan untuk membuat pengelolaandata menjadi lebih terbuka dan transparan

- Sistem informasi di bangun sebagai alat pengontrol dan juga pemantau berjalannya perusahaan

- Meningkatkan daya saing dalam persaingan bisnis perusahaan

- Fleksibelitas pengelolaan perusahaan


PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Ada beberapa prinsip yang mempengaruhi pengembangan system informasi, yaitu sebagai berikut :

Prinsip 1

Pemilik dan pengguna sistem harus terlibat dalam pengembangan

  • Keterlibatan pemilik pengguna sistem (system owner dan user) adalah keharusan yang mutlak untuk keberhasilan pengembangan sistem.
  • Pengembangan sistem bertanggung jawab harus menyediakan waktu yang cukup untuk partisipasi pemilik dan pengguna sistem dan meminta persetujuannya untuk setiap langkah analisis dan pengembangan sistem.

Prinisp 2

Gunakan pendekatan pemecahan masalah

  • Metodologi yang digunakan dalam pengembangan sistem berbasis pendekatan bagaimana memecahkan masalah.
  • Langkah-langkah klasik pemecahan masalah adalah sebagai berikut :
  1. Pelajari dan memahami masalah ( opportunity, atau directive) dan kontak saham.
  2. Definisikan kriteria atau ukuran solusi yg sesuai
  3. Identifikasi alternative – alternative solusi dan pilih solusi terbaik
  4. Desain atau implementasikan solusi
  5. Observasi dan evaluasi dampak dari solusi dan sesuaikan solusi jika diperlukan
  6. Ada kecenderungan untuk melewati langka-langkah tersebut diatas atau melakukannya dengan kurang seksama
  7. Akibat yang terjadi kemungkinan adalah : memecahkan persoalan yang salah, kurang tepat dalam memecahkan persoalan, mengambil solusi yang salah sama sekali.

Prinsip 3

Tentukan tahapan pengembangan

  • Pentahapan akan membuat proses pengembangan yang menjadi aktivitas – aktivitas yang lebih kecil lebih mudah dikelola dan diselesaikan.
  • Tahapan pembuatan sistem harus dilakukan dengan urutan top-to-bottom.

Prinsip 4

Tetapkan standar untuk pengembangan dan dokumentasi yang konsisten.

  • Standar pengembangan sistem umumnya menjelaskan tentang : aktivitas, tanggung jawab, petunjuk dan kebutuhan pendokumentasian, dan pemeriksaan kualitas.
  • Kegagalan pengembangan sistem akibat tidak tersedianya standar pendokumentasian merupakan hal yang banyak dijumpai dalam proyek ini.

Prinsip 5

Justifikasi sistem sebagai investasi

  • Sistem informasi adalah sebuah investasi.
  • Pada investasi harus ada yg diperhatikan.

pnsp


Metode-Metode Pengembangan Sistem

Metodologi Pengembangan Sistem


Metodologi pengembangan system adalah suatu proses pengembangan system yang formal dan presisi yang mendefinisikan serangkaian aktivitas, metode, best practices dan tools yang terautomasi bagi para pengembang danmanager proyek dalam rangka mengembangkan dan merawat sebagai keseluruhan system informasi atau software.


Alasan perlunya Metodologi Pengembangan System adalah:


1)      Menjamin adanya konsistensi proses.
2)      Dapat diterapkan dalam berbagai jenis proyek.
3)      Mengurangi resiko kesalahan dan pengambilan jalan pintas.
4)      Menuntut adanya dokumentasi yang konsisten yang bermanfaat bagi personal baru dalam tim proyek.


Macam-Macam Metodologi Pengembangan System


1. Metode System Development Life Cycle (SLDC)


Metode ini adalah metode pengembangan sistem informasi yang pertama kali digunakan makanya disebut dengan metode tradisional. Metode ini prototype Adalah tahap-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programer dalam membangun sistem informasi.


Tahap-tahap SLDC yaitu:
- Melakukan survey dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi.
- Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan.
- Menentukan permintaan pemakai sistem informasi.
- Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik.
- Menentukan perangkat keras dan perangkat lunak computer.
- Merancang sistem informasi baru.
- Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru.
- Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru.


Kelebihan
- Mudah diaplikasikan.
- Memberikan template tentang metode analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan.


Kekurangan
- Jarang sekali proyek riil mengikuti aliran sekuensial yang dianjurkan model karena model ini bisa melakukan itersi tidak langsung.
- Pelanggan sulit untuk menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga sulit untuk megakomodasi ketidakpastian pada saat awal proyek.
- Pelanggan harus bersikap sabar karena harus menunggu sampai akhir proyek dilalui. Sebuah kesalahan jika tidak diketahui dari awal akan menjadi masalah besar karena harus mengulang dari awal.
- Pengembang sering malakukan penundaan yang tidak perlu karena anggota tim proyek harus menunggu tim lain untuk melengkapi tugas karena memiliki ketergantungan hal ini menyebabkan penggunaan waktu tidak efesien.


2. Model WATERFALL


Sering juga disebut model Sequential Linier. Metode pengembangan sistem yang paling tua dan paling sederhana. Cocok untuk pengembangan perangkat lunak dengan spesifikasi yang tidak berubah-ubah. Model ini menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sequential atau terurut dimulai dari analisa, desain, pengkodean, pengujian dan tahap pendukung


Tahap-Tahap Metode WATERFALL:

- Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
- Desain
- Pembuatan Kode Program
- Pengujian
- Pendukung atau Pemeliharaan

Kelebihan
- Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu.
- Dokumen pengembangan sistem sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya. Jadi setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.


Kekurangan
- Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat dilakukan secara berulang sebelum terjadinya suatu produk.
- Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak awal pengembangan.
- Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga tidak dapat mengakomodasi ketidakpastian pada saat awal pengembangan.


3. Model Prototyping


Prototyping adalah proses iterative dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara user dan analis. Prototype juga bisa dibangun melalui beberapa tool pengembangan untuk menyederhanakan proses.


Tahapan-tahapanModel Prototyping
- Pengumpulan Kebutuhan
- Membangun Prototyping
- Menggunakan Sistem
- Mengkodekan Sistem
- Menguji Sistem
- Evaluasi Sistem
- Evaluasi Protoptyping

Kelebihan
- Prototype melibatkan user dalam analisa dan desain.
- Punya kemampuan menangkap requirement secara konkret.
- Digunakan untuk memperluas SDLC.


Kekurangan
- Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
- Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah.
- Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan.
- Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah dan cepat selesai.

4. Model RAD (Rapid Application Development)

RAD adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur. RAD menggunakan metode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem informasiselain itu RAD menekankan siklus perkembangan dalam waktu yang singkat (60 sampai 90 hari) dengan pendekatan konstruksi berbasis komponen. 

Tahapan-tahapanModel RAD

Bussiness Modelling
- Testing and Turnover
- Aplication Generation
- Process Modelling
- Data Modelling

Kelebihan

RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada (reusable object).
- Setiap fungsi dapat dimodulkan dalam waktu tertentu dan dapat dibicarakan oleh tim RAD yang terpisah dan kemudian diintegrasikan sehingga waktunya lebih efesien.

Kekurangan

Tidak cocok untuk proyek skala besar
- Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi.
- Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini.

 5. Model Spiral

Model spiral pada awalnya diusulkan oleh Boehm, adalah model proses perangkat lunak evolusioner yang merangkai sifat iteratif dari prototype dengan cara kontrol dan aspek sistematis model sequensial linier. Model iteratif ditandai dengan tingkah laku yang memungkinkan pengembang mengembangkan versi perangkat lunak yang lebih lengkap secara bertahap.

Tahapan-tahapanModel Spiral

- Komunikasi Pelanggan

- Perencanaan

- Analisis Resiko

- Perekayasaan

- Konstruksi dan Peluncuran

- Evaluasi Pelanggan


Kelebihan

- Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak komputer.

- Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar

- Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses

- Menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiap keadaan di dalam evolusi produk

- Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan memasukkannya ke dalam kerangka kerja iterative.

- Membutuhkan pertimbangan langsung terhadp resiko teknis sehingga mengurangi resiko sebelum menjadi permaslahan yang serius.

Kekurangan

- Sulit untuk menyakinkan pelanggan bahwa pendekatan evolusioner ini bisa dikontrol.

- Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yang serius jika resiko mayor tidak ditemukan dan diatur.


Alat Pengembangan Sistem

 Untuk dapat melakukan langkah-langkah sesuai dengan yang diberikan oleh metodologi pengembangan system yang terstruktur, maka dibutuhkan alat dan teknik untuk melaksanakannya. Alat-alat yang digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa suatu gambar atau diagram atau grafik. Selain berbentuk gambar, alat-alat yang digunakan juga ada yang berupa gambar atau grafik (nongraphical tools), seperti misalnya data dictionary, structured English, pseudocode serta formulir-formulir untuk mencatat dan menyajikan data.

1. Alat-Alat Pengembangan Sistem Yang Berbentuk Grafik

Alat-alat pengembangan system yang berbentuk grafik diantaranya adalah sebagai berikut ini :

a. HIPO diagram HIPO (Hierarchy Plus Input-Process-Output), adalah alat dokumentasi program yang berbasis pada fungsi, yaitu tiap-tiap modul di dalam system digambarkan oleh fungsi utamanya.

b. Data Flow diagram Digunakan untuk menggambarkan suatu system yang telah ada atau system baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut menglir (misalnya lewat telpon, surat dan sebaginya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, mcrifile, harddisk, tape, diskette dan lain sebagianya)

c. Structured Chart Digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan organisasi dari system informasi secara berjenjang dalam bentuk modul dan submodule dengan menunjukan hubungan elemen data dan elemen control anatara hubungan modulnya sehingga memberikan penjelasan lengkap dari system dipandang dari elemen data, elemen control, modul dan hubungan antar modulnya.

d. SADT (Structure Analysis and Design Technique) Structured Analysis and Design Technique, memandang suatu system terdiri dari dua hal : benda (obyek, dokumen atau data) dan kejadian (kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin atau prangkat lunak). Menggunakan dua tipe diagram yaitu, diagram kegiatan(activity diagrams, disebut actigrams) dan diagram data (data diagrams disebut datagrams)

e. Jackson’s diagram (JSD)

Jackson’s System Develpoment (JSD) membangun  suatu model dari dunia nyata (real world) yang menyediakan subyek-subyek permaslahan dari system. Disamping alat-alat berbentuk grafik yang digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum, yaitu dapat digunakan di semua metodologi yang ada. Alat alat ini berupa suatu bagan yang dapat diklasifikan sebagai berikut :

1) Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting)

a) Bagan alir sistem(system flowchart)

b) Bagan alir program (program flowchart) yang dapat berupa :

   Bagan alir logika program (program logic flowchart)

           Bagan alir program computer terinci (detailed computer program flowchart)

c) Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart)

d) Bagan alir proses (process flowchart)

e) Gantt chart

2) Bagan untuk menggambarkan tata letak (layout charting)

3) Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personil relationship charting)

a) Bagan distribusi kerja (working distribution chart)

b) Bagan organisasi (organization chart)


Penyebab Kegagalan Pengembangan Sistem

Ada beberapa penyebab kegagalan dalam pengembangan sistem diantaranya adalah sebagai berikut :

a.Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem

b.Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem

c.Kurang sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya

d.Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan.

e.Penggunaan teknologi computer dan perangkat lunak yang tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai

f.Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara

g.Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik.


Teknik-teknik dalam pengembangan sistem yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut ini :
  1. Teknik manajemen proyek, yaitu CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique)
Teknik ini digunakan untuk penjadwalan waktu pelaksanaan suatu proyek
  1. Teknik menemukan fakta (fact finding techniques)
Yaitu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpukan data dan menemukan fakta-fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada. Teknik-teknik ini diantaranya adalah :
1.      Wawancara (interview)
Memungkinkan analis sistem sebagai pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan orang yang diwawancarai (interviewee).
2.      Observasi (observation)
Adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan yang mana pada waktu observasi analis sistem dapat ikut juga berpartisipsi dengan orang-orang yang sedang melakukan suatu kegiatan tersebut.
3.      Daftar pertanyaan (questionnaires)
Adalah suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan analis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden yang dipilih.
4.      Pengumpulan sampel (sampling)
Pengambilan sampel adalah pemilihan sejumlah item tertentu dari seluruh item yang ada dengan tujuan mempelajari sebagian item tersebut untuk  mewakili seluruh itemnya dengan pertimbangan biaya dan waktu yang terbatas.
  1. Teknik analisis biaya / manfaat (cost-effectiveness analysis atau cost benefit analysis)
Teknik ini menilai dari sisi kelayakan ekonomis suatu pengembangan sistem informasi.
  1. Teknik untuk menjalankan rapat
Selama proses pengembangan sistem dilakukan, seringkali rapat-rapat diadakan baik oleh tim pengembangan sistem sendiri atau rapat anatara tim pengembangan sistem dengan pemakai sistem manajer, sehingga kemampuan analis sistem untuk memimpin atau berpartisipasi di dalam suatu rapat merupakan hal yang penting terhadap kesuksesan proyek pengembangan sistem.
  1. Teknik inspeksi / walkthrough
Inspeksi merupakan kepentingan dari pemakai sistem dan walkthrough merupakan kepentingan dari analis sistem. Analis sistem melakukan walkthrough untuk maksud supaya dokumentasi yang akan diserahkan kepada pemakai sistem secara teknik tidak mengalami kesalahan dan dapat dilakukan dengan diverifikasi terlebih dahulu oleh analis sistem yang lain. Pemakai sistem melakukan inspeksi untuk maksud menilai dokumentasi yang diserahkan oleh analis sistem secara teknik tidak mengandung kesalahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar