MENGANALISA
PENGELOLAAN
LABORATORIUM
TEKNIK KOMPUTER JARINGAN
SMKS
MANBA’UL ‘ULUM CIREBON
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata
Kuliah Sistem Informasi
Dosen : Dian Novianti, M.Kom
Disusun
oleh :
Wahyu
Adi Saputra
190511151
FAKULTAS
TEKNIK
PRODI
TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS
MUHAMMDIYAH CIREBON
2020
PENGELOLAAN
PENGEMBANGAN LABORATORIUM
TEKNIK
KOMPUTER JARINGAN
SMKS
MANBA’UL ‘ULUM CIREBON
ABSTRAK
Tujuan penelitian adalah : (1) Mendeskripsikan perencanaan organisasi
topologi dan desain laboratorium TKJ SMKS Manba’ul ‘Ulum
Cirebon.(2) Mendeskripsikan pengelolaan kegiatan operasional dan pemeliharaan laboratorium TKJ SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon.(3) Mendeskripsikan
pengembangan laboratorium TKJ SMKS Manba’ul ‘Ulum
Cirebon. Jenis penelitian adalah kualitatif. Informan
kunci adalah kepala sekolah, informan
pendukung wakil kepala
sekolah, ketua kompetensi,
kepala laboratorium, laboran, guru produktif, peserta didik dan pihak yang terkait sumber data penelitian. Pengumpulan data dilakuan
dengan cara wawancara, observasi, dan studi
dokumentasi. Keabsahan data dengan triangulasi dan review informan kunci,
sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, data display dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan bisa disimpulkan bahwa organisasi laboratorium dikelompokkan menjadi
tiga bagian yaitu laboratorium Hardware & Software, perencanaan
organisasi melibatkan stake holder dari
kepala sekolah sampai laboran, guru
dan peserta didik sesuai dengan peran dan fungsinya. Topologi Jaringan yang
digunakan adalah topologi STAR sedangkan desain laboratorium menggunakan model klasik yaitu meja komputer siswa disusun dalam beberapa baris dan beberapa banjar
menghadap ke arah depan. Pengelolaan kegiatan operasional laboratorium
menyangkut sarana laboratorium, dana operasional bersumber dari dana yayasan atau BOS melalui
RKAS. SDM dikelola oleh kepala sekolah sebagai top seperti guru, kepala
laboratorium dan laboran. Jadwal laboratorium perlu di buat dengan baik, Peserta
didik dikelola, oleh guru Produktif dengan dibuatnya tata tertib. Pembagian
tugas dipimpinan kepala
sekolah, Kepala laboratorium bertugas mengadministrasikan
laboratorium juga membuat tata tertib dan peraturan. Untuk pemeliharaan
laboratorium, dana diambil dari RKAS dan yayasan, petugasnya adalah laboran dan bagian maintenance, guru juga bisa membantu dalam perawatan computer meliputi berbagai hal mulai dari
pembelian alat praktik atau komponen untuk menggantikkan yang sudah rusak, (tool set) untuk perawatan perangkat
komputer dan jaringan dan perawatan kebersihan
pemeliharaan rutin seperti menghilangkan Virus
dan defrag pada hardisk dilakukan 1 bulan sekali
oleh laboran atau guru yang sedang
mengajar. Pengembangan
laboratorium diprioritaskan untuk memenuhi standar laboratorium dengan menambah
jumlah peralatan sehingga memenuhi alat rasio 1:1, topologi dikembangkan dengan
dengan model jaringan point to multipoint, laboratorium sebagai
kegiatan ekstra dan sebagai unit produksi service
center komputer sehingga laboratorium bisa menghasilkan income untuk pengembangan sekolah
terkhusus untuk pengembangan laboratorium Teknik Komputer Jaringan itu sendiri dan sebagai upaya melatih kewirausahaan peserta didik.
Kata kunci : Pengelolaan, Pengembangan,
Laboratorium Teknik Komputer Jaringan
ABSTRACK
The purpose of
this study are to :(1) Describe the organizational laboratory TKJ of planning
and design topology in SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon.(2) Describe the management
laboratory TKJ operations and maintenance in SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon.
(3)Describe to development of laboratory TKJ in SMKS
Manba’ul ‘Ulum Cirebon. This type of research
is qualitative. The key
informant was the principal, vice principal supporter informant, chairman of
competence, head of the laboratory, laboratory assistant, productive teachers,
students, school committees and parties Related sources of research data. The
data collection was done by interview, observation and documentation. The
validity of the data by triangulation and review of key informants, while data
analysis using data reduction, display the data and conclusions. Based on the results
of research and discussion can be concluded
that the organization of the laboratory are grouped into three sections: Hardware
& Software, organizational planning involving stakeholders from the principal to laboran, teachers
and learners in accordance with the roles and networks used
function. Topologi STAR topology design is whereas the laboratory using a
classic model, the classic model is
student’s computer desks arranged in rows and several rows facing the front. The management of operational activities concerning laboratory laboratory facilities, operating funds
come from the yayasan or the BOS funds through RKAS. Human Resources is managed
by the principal as the top such as a teacher, head of the laboratory and laboran.
Laboratory schedule needs to be made well, Learners managed, by teachers
Productive with the making of the order.
The division of tasks
dipimpinan principal, head of the laboratory in charge of administering the
laboratory also makes rules and peraturan.
For laboratory maintenance, funds taken from RKAS and yayasan, officers are laboran and
maintenance section, the teacher can also help in computer maintenance includes
everything from purchase practice tools or components for menggantikkan already
damaged, (tool set) for computing devices and network maintenance and hygiene
routine maintenance such as removing viruses and defrag the hard drive was
performed 1 month by toolman
or teachers who are teaching.
Laboratory development priority is to meet laboratory standards
by increasing the amount of equipment that meets the tools ratio of 1: 1, topology developed
by the network model point to multipoint, laboratories as extra activities and as a unit of production
service center computer so that the laboratory can generate income for the school development particularly in view of the development laboratory computer Networking engginering itself and as an effort to entreprenership learners.
Keywords: Management,
Development, Computer Network Engineering Laboratory
A. PENDAHULUAN
Keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber daya
manusia pengelola laboratorium yang kurang memadai menyebabkan fungsi
laboratorium tidak dapat diberdayakan secara maksimal untuk menunjang proses
belajar mengajar bagi peserta didik. Jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar
di sekolah, laboratorium Teknik Komputer Jaringan memberikan sumbangan yang
sangat berharga dalam upaya meningkatkan keterampilan peserta didik serta meningkatkan kualitas pembelajaran kompetensi keahlian Teknik Komputer
Jaringan di SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon. Laboratorium Teknik
Komputer Jaringan merupakan
bagian penting dalam program
sekolah yaitu sebagai
penunjang dalam kegiatan
belajar mengajar, laboratorium Teknik Komputer Jaringan secara bersama-sama dengan
komponen pendidikan lainnya turut serta dalam meningkatkan keberhasilan proses
belajar mengajar dan kemajuan sekolah. Pada kenyataannya perencanaan laboratorium Teknik
Komputer Jaringan SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon terkait perencanaan organisasi, topologi
dan desain laboratorium, sudah diterapkan dengan membuat
struktur organisasi dengan
job diskripsi yang jelas dan tugas yang
terperinci sehingga dalam
pengelolaannyasudah dapat berjalan
seperti tugas dari laboran yang
siap sedia dalam melakukan pelayanan pada saat praktikum dimana laboran bertugas menyiapkan peralatan praktikum, mengadministrasi peminjaman dan pengembalian alat
menata dan mengatur penyimpanan alat dan mengecek peralatan. Seperti
yang dikatakan oleh (Dwi Pujihastuti 2013)
bahwa pengorganisasian merupakan “proses penyusunan struktur
organisasi sesuai dengan tujuan organisasi, sumberdaya yang dimiliki,
dan lingkungan yang melingkupinya” sedangkan topologi jaringan menggunakan
topologi star dimana topologi ini
sangat fleksibel dan desain laboratoriumnya menggunakan desain klasik yang amat sesuai dengan karakter peserta didik dimana
pembelajaran teori dan praktikum bisa dilaksanakan di dalam laboratorium tanpa
harus berpindah ruangan dan menyediakan ruang bebas untuk bergerak bagi guru
dalam menghampiri peserta didik saat praktikum didepan komputer.
Pengelolaan kegiatan operasional dan pemeliharaan
laboratorium mencakup aspek pengadaan perangkat kelengkapan laboratorium, biaya
yang dibutuhkan, dan jadwal penggunaan laboratorium perbaikan
dan perawatan. Kebutuhan dana yang direncanakan untuk pengadaan perangkat kelengkapan laboratoriu Teknik
Komputer Jaringan tampak
pada RKAS. Hal ini sejalan dengan rambu-rambu yang diatur Depdikbud (1999: 32)
yang menyebutkan bahwa pengadaan alat harus didasarkan pada (a) spesifikasi jelas (b) apakah
dana tersedia (c) prosedur
pembelian dan (d) pelaksanaan. Prosedur
dalam merencanakan pengadaan perlengkapan komputer dilakukan
melalui rapat-rapat yang membahas RKAS. Pengelolaan kegiatan operasional dan
pemeliharaan laboratorium SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon adalah upaya untuk menjalankan fungsi
kegiatan operasional laboratorium yang terdiri dari kegiatan pengelolaan yang
mempunyai pengertian yang sama dengan manajemen yang bermakna pengaturan,
menurut Sergiovanni (dalam Ibrahim Bafadal 2003: 1) memberikan penjelasan bahwa manajemen adalah
pendayagunaan melalui tahapan
atau proses yang meliputi
perencanaan,
pengorganisasian , pengarahan,
dan pengawasan. Manajemen merupakan
proses pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah
ditetapkan, dimana komponen kegiatan operasional laboratorium meliputi ;
pengelolaan sarana prasarana, dana operasional, Sumber Daya Manusia,
Penjadwalan, peserta didik dan pembagian tugan dalam pengelolaan kegiatan
operasional laboratorium Teknik Komputer
Jaringan SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon.
Sedangkan untuk pemeliharaan laboratorium sudah
dilakukan secara secara tertib, teratur dan dapat dipertanggung jawabkan. Yang
dimaksud dengan pemeliharaan laboratorium menurut Mardjan.D.A (dalam Dwi Pujihastuti : 2013) adalah “pemeliharaan
sarana dan prasarana laboratorium agar selalu dapat berfungsi sebagaimana
mestinya. Sarana dan prasarana itu dijaga agar awet dan aman dari kerusakan
alam, lingkungan, salah penggunaan, tangan jahil maupun kejahatan”. Sedangkan
menurut Ibrahim Bafadal (2004: 49) ada
beberapa macam pemeliharaan sarana prasarana laboratorium sekolah: “Pertama,
pemeliharaan yang bersifat pengecekan, pengecekan ini dilaksanakan
oleh seseorang yang mengetahui tentang baik buruknya keadaan mesin. Kedua, pemeliharaan yang bersifat
pencegahan, pemeliharaan dengan cara demikian itu dilakukan agar kondisi mesin
selalu dalam keadaan baik. Ketiga, pemeliharaan
yang bersifat perbaikan ringan. Keempat, yaitu
pemeliharaan yang bersifat perbaikan berat.Sedangkan menurut waktunya yaitu
pemeliharaan sehari-hari (membersihkan ruang dan perlengkapan) dan pemeliharaan berkala
seperti pengecatan dinding, pemeriksaan bangku dan peralatan
atau perlengkapan lainnya”.
Pemeliharaan laboratorium komputer juga meliputi;
membuat tata tertib penggunaan laboratorium seperti menghidupkan dan mematikan
komputer komputer sesuai prosedur, dilarang
membawa minum atau makan, dilarang
mengubah setting dan menancapkan flashdisk, menginstall
sofware Deep Freeze atau lainnya
untuk mengamankan OS dan file-file konfigurasi, menginstall
antivirus dan selalu meng-updatenya, mengatur
setting jaringan untuk pengamanan
serangan luar dan men-disable beberapa
saluran input untuk mengurangi penyebaran virus, selain
itu juga melakukan perbaikan terhadap perangkat
yang rusak termasuk mainteneance pembersihan virus
secara berkala.
Realitanya bahwa kondisi laboratorium Teknik Komputer
Jaringan SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon sudah
dilakukan pengembangan laboratorium sebagai bentuk dari memaksimalkan fungsi
laboratorium, pengembangan dilakukan guna memenuhi standar laboratorium yaitu
dengan menambah jumlah peralatan sehingga memenuhi rasio alat 1:1, sementara
model topologi jaringan yang mengunanakan point to point dikembangkan dengan model point to multi point dengan menambahkan peralatan PC Router sebagai central jaringan sehingga semua komputer akan bisa terhubung dengan
internet di dalam satu jaringan yang
sama dan bisa dilakukan komunikasi dua arah antara server dengan client sehingga
komunikasi melalui jaringan dapat terwujud dengan baik.
Pengembangan laboratorium Teknik Komputer Jaringan
di SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon juga
difungsikannya laboratorium sebagai service
center komputer dan laptop sebagai bentuk pengembangan unit produksi dan
sebagai sarana latihan kewirausahaan bagi peserta didik. Seperti yang dikatakan
oleh Herman. DS (2011) bahwa
aktifitas laboratorium harus menjaga keberlanjutan (sustainability) agar laboratorium dapat bertahan dan berkembang
dalam menjalankan fungsinya, dengan membuat program kemitraan dengan pihak lain
dan mengembangkan unit usaha untuk pemberdayaan laboratorium.
Berdasarkan uraian diatas, maka fokus penelitian ini
adalah “ Bagaimanakah Pegelolaan Pengembangan Laboratorium Teknik Komputer
Jaringan SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon?” Fokus
tersebut di jabarkan menjadi 3 sub fokus yaitu :(1) Bagaimanakah Perencanaan
Organisasi Topologi dan Desain Laboratorium Teknik Komputer Jaringan
SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon? (2)
Bagaimana Pengelolaan Kegiatan Operasional dan Pemeliharaan Laboratorium Teknik
Komputer Jaringan SMKS Manba’ul
‘Ulum Cirebon? (3) Bagaimanakah Pengembangan
Laboratorium Teknik Komputer
Jaringan SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon?
Sesuai dengan fokus penelitian diatas maka tujuan
dari penelitian adalah sebagai berikut: (1) Mendeskripsikan Perencanaan Organisasi Topologi dan Desain
laboratorium Teknik Komputer Jaringan SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon. 2)
Mendeskripsikan Pengelolaan Kegiatan Operasional dan Pemeliharaan Laboratorium Teknik Komputer Jaringan
SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon. 3)
Mendeskripsikan Pengembangan Laboratorium Teknik Komputer Jaringan SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon.
B. METODE
Jenis Penelitian yang dilakukan adalah termasuk penelitian
kualitatif, menurut Sutama (2015:282) Penelitian kulitatif lebih diarahkan untuk memahami fenomena, peristiwa, aktifitas
sosial secara ilmiah, sumber data dalam penelitian ini adalah data yang
diperoleh dari pengamatan dan observasi maupun hasil wawancara dan data yang
berupa dokumen pendukung penelitian yang berhubungan dengan
perencanaan topologi dan desain, pengelolaan organisasi dan pengembangan laboratorium Teknik Komputer
Jaringan SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon, dimana data dapat berupa arsip dan dokumen,
serta foto. Adapun subjek data dalam penelitian iniadalah guru,
peserta didik, kepala
sekolah dan stake holder yang terkait dengan
Laboratorium Teknik Komputer Jaringan SMKS Manba’ul
‘Ulum Cirebon.
Teknik pengumpulan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model
analisis interaktif.
C.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Perencanaan
Organisasi Topologi dan Desain Laboratorium
Perencanaan organisasi laboratorium Teknik Komputer
Jaringan SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon
melibatkan para stake holder yang ada
di sekolah mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarpra dan
tenaga kependidikan, wakil kepala
sekolah bidang kurikulum, ketua kompetensi keahlian, kepala laboratorium, laboran, guru dan peserta didik dengan
peran dan fungsinya masing-masing dimana laboratorium juga dikelompokkan menjadi
2 kelompok yaitu kelompok Hardware dan Software pengelompokan laboratorium tersebut adalah
menunjukkan pengelolaan yang baik agar pembelajaran pada kompetensi keahlian
Teknik Komputer Jaringan menjadi lebih baik dan bermutu sesuai dengan standar
kompetensinya yang merupakan
salah satu bentuk
dari pengelolaan atau manajemen laboratorium,
senada dengan apa yang diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Xiongwei Shen (2012)“ The Research of Engineering Laboratory
Management” bahwa laboratorium harus memperhatikan pengelolaan atau
menejemen seperti mengembangkan perangkat sistem, memperkuat manejemen
laboratorium dan sistem ilmiahnya, membuat standar kerja laboratorium,
pengelompokan kerusakan pemeliharaan dan perbaikannya.
Topologi jaringan yang digunakan pada laboratorium Teknik Komputer Jaringan
yang ada di SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon adalah dengan
menggunakan jaringan lokal dengan menggunakan topologi STAR. Model topologi ini memang sangat fleksibel digunakan hal ini
selaras dengan penelitian A.A.Jiwa
Permana (2014) yang menyatakan bahwa pada jaringan komputer terdapat
perangkat perangkat device yang
digunakan untuk membantu komunikasi. Konfigurasi jalur adalah jumlah alat yang
ada di dalam hubungan link. Pada
dasarnya terdapat beberapa jenis koneksi jaringan seperti model topologi Multipoint adalah konfigurasi dimana terdapat
lebih dari dua perangkat jaringan
yang membagi jalur transmisi. Dengan
kata lain terdapat lebih dari dua perangkat berbagi saluran transmisi
yang sama pada waktu yang sama, perbedaannya adalah
pada penelitian ini jaringan komputer yang digunakan belum
terlalu kompleks karena jumlah komputer yang terhubung ke dalam jaringan
kurang lebih hanya 20 sampai 30 unit PC yang ada dalam masing - masing ruangan,
laboratorium Teknik Komputer Jaringan SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon menggunakan jaringan LAN dengan topologi STAR atau bintang ini karena topologi
ini memiliki keunggulan yaitu; termasuk topologi
yang paling fleksibel,
pemasangan atau perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian yang lain dalam jaringan
itu, kontrol terpusat, kemudahan dalam deteksi
dan isolasi kesalahan kerusakan dan, kemudahan dalam
pengelolaan jaringan.
Desain laboratorium Teknik Komputer Jaringan SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon adalah dengan menggunakan model klasik dimana
komputer terpasang berbaris
diharapkan dengan model itu akan bisa membuat leluasa pengajar dan
peserta didik dalam melakukan aktifitas pembelajaran, selain itu untuk proses
pemasangan kabel jaringan dan listrik akan lebih rapi dan tidak kelihatan
ruwet, untuk kabel UTP di masukkan dalam tempat kabel
yang terbungkus rapih diatas masing-masing meja komputer sedangkan untuk jalur kabel listrik terletak dibawah masing-masing meja
komputer.
Sejalan dengan itu penelitian yang dilakukan oleh Gokhan Gercek and Naveed Saleem (2006) mengatakan
bahwa desain menggunakan panel kabel akan bisa menyediakan fleksibilitas
yang signifikan, efisiensi dan efektivitas dalam mengkonfigurasi desain laboratorium yang ada, selain
itu juga dari sisi keamanan
pengguna komputer akan tidak
terganggu dengan keberadaan kabel yang melintas
di bawah meja komputer atau depan peserta didik yang bisa membahayakan
ketika melakukan praktikum.
D.
Pengelolaan Kegiatan Operasional dan
Pemeliharaan Laboratorium
Pengelolaan kegiatan operasional dan pemeliharaan
laboratorium mencakup aspek pengadaan perangkat kelengkapan laboratorium, biaya
yang dibutuhkan, dan jadwal penggunaan laboratorium. Kebutuhan dana yang
direncanakan untuk pengadaan perangkat kelengkapan komputer tampak pada RKAS.
Hal ini sejalan dengan rambu-rambu yang diatur Depdikbud (1999: 32) yang
menyebutkan bahwa pengadaan alat harus didasarkan pada (a) spesifikasi jelas
(b) apakah dana tersedia (c) prosedur pembelian dan (d) pelaksanaan. Prosedur dalam merencanakan pengadaan perlengkapan komputer dilakukan
melalui rapat-rapat yang membahas RKAS. Usulan
tentang rencana pengadaan perlengkapan laboratorium komputer biasanya datang
dari guru produktif TKJ melalui ketua kompetensi
keahlian, kepala laboratorium, wakil kepala sekolah urusan sarana prasarana
sehingga memperlihatkan proses perencanaan secara bottom up atau dari bawah ke atas.
Proses penyusunan perencanaan di sekolah harus diawali dengan
identifikasi masalah serta perumusan masalah. Dalam hal
pengadaan perlengkapan laboratorium, guru TKJ dan koordinator ataupun kepala
laboratorium dipandang lebih tahu daripada kepala sekolah. Perencanaan juga melibatkan banyak
pihak termasuk kepala
sekolah pada saat dibawa
dalam rapat RKAS. Keterlibatan banyak pihak tersebut memperlihatkan proses
pengambilan keputusan bersifat partisipatif. Proses partispatif sangat tepat
karena keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan dapat meningkatkan semangat
guru menjalankan tugas di sekolah.
Pada awal tahun ajaran, kepala
laboratoium menyampaikan pendapat
tentang keadaan alat praktik dan perangkat apa yang
dibutuhkan atau perlu disediakan atau diperbaharui. Hal ini menunjukkan
perencanaan dilakukan secara bersama-sama dalam rapat dan didasarkan pada
masukan atau usulan dari orang yang berkompeten di laboratorium Teknik
Komputer Jaringan. Jika kita
memnaggil teknisi dari luar dapat saja memanfaatkan ketidaktahuan sekolah untuk
mendapatkan keuntungan tambahan dengan cara memberikan usulan pengadaan
komponen yang kurang sesuai kepada kepala laboratorium atau guru.
Penggunaan laboratorium Teknik Komputer Jaringan di
SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon
digunakan oleh guru dan peserta didik dalam pembelajaran, guru dalam kegiatan
pelatihan IT dan sebagai service center, Pembelajaran kompetensi
kejuruan Teknik Komputer Jaringan membutuhkan sarana laboratorium yang baik,
serta tersedianya tenaga laboran ataupun teknisi yang selalu siap agar peserta
didik - peserta didik dapat belajar lebih tenang atau tidak khawatir komputer
akan mengalami gangguan. Kinerja pembelajaran
dalam hal ini bukan hanya dilihat dari para peserta
didik, tetapi juga kemampuan
(ability) laboratorium sebagai suatu
sistem serta motivasi dari para guru dan peserta didiknya.
Penggunaan laboratoium komputer disesuaikan dengan
fungsi laboratorium yaitu melaksanakan pendidikan dan pengajaran dalam
cabang teknologi informasi dan komputer (PP No. 5 Tahun 1980 pasal 29). Penggunaan laboratorium untuk kegiatan
pembelajaran teknologi informasi
dan komunikasi dilaksanakan sesuai jadwal pelajaran sehingga komputer yang ada
digunakan secara bergantian. Hal ini
membutuhkan pengaturan jadwal penggunaan sesuai dengan peraturan yang
ditetapkan. Dalam hal ini, kepala sekolah sebagai manajer sekolah telah dapat
mendelegasikan tugas kepada kepala laboratorium dan guru- guru. Kepala sekolah telah menjalankan fungsi directing dalam pengelolaan
laboraotorium komputer. Directing adalah tugas manajer untuk mengarahkan dan
mengkoordinasikan orang-orang dalam
organisasi. Ketika seorang manajer memberi motivasi kepada bawahannya,
mengarahkan aktivitas-aktivitas orang lain, memilih saluran komunikasi yang
paling efektif dan menyelesaikan konflik di antara bawahannya, maka dapat
dikatakan bahwa manajer tersebut sedang melakukan fungsi pengarahan.
Pemeliharaan laboratorium merupakan salah satu kegiatan
dalam pengelolaan laboratorium. Pemeliharaan
dimaksudkan untuk merawat dan menjaga agar seluruh bagian laboratorium dapat
berjalan optimal ketika digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Artinya, pemeliharaan laboratorium ini sama dengan kegiatan
pengendalian (controlling) agar penggunaan laboratorium komputer sesuai dengan rencana yang
telah diputuskan. Menurut Hasibuan
(dalam Dwi Puji Hastuti 2013), pengendalian (controlling) harus direncanakan sebaik-baiknya, supaya pelaksanaan
pengendalian efektif. Pengendalian
harus mengetahui sedini mungkin terjadi kesalahan dan melakukan tindakan perbaikan.
Pemeliharaan laboratorium itu sendiri mencakup
berbagai hal mulai dari pembelian alat praktik atau komponen untuk menggantikan
yang sudah rusak, pengadaan seperangkat peralatan tangan (tool set) untuk perawatan perangkat komputer dan jaringan,
perawatan kebersihan ruangan laboratorium komputer yang dilakukan oleh petugas
kebersihan sekolah, pemeliharaan laboratorium komputer dilaksanakan dengan cara
apabila ada kerusakan maka akan dilakukan service/perbaikan oleh bagian maintenance dan laboran, dan jika ada perangkat yang rusak maka akan dilakukan
penggantian dengan yang baru, dan untuk kebersihan ruangan laboratorium TKJ
petugas piket kebersihan kelas di akhir pelajaran akan melakukan pembersihan
setiap kali ruangan habis dipakai. Pemeliharaan
rutin seperti menghilangkan Virus dan defrag pada
hardisk dilakukan 1 bulan sekali oleh toolman atau guru
yang sedang mengajar, dengan demikian
perangkat komputer akan aman dan tidak mengalami kendala ketika digunakan dalam
praktikum sehari – hari, selain itu peserta didik dilarang menancapkan flasdisk
tanpa seijin pengajar
sehingga penyebaran virus dapat diminimalisir.
E. PengembanganLaboratorium
Laboratorium Teknik Komputer Jaringan SMKS
Manba’ul ‘Ulum Cirebon telah dilakukan pengembangan laboratorium
sebagai upaya untuk melakukan peningkatan fasilitas peralatan yang sudah ada
menuju jumlah rasio alat 1:1, pengembangan jaringan komputernya yang semula menggunakan point to point bisa
dimaksimalkan dengan sarana
hub server atau dengan menambahkan Router dengan topologi STAR point to multi point
sehingga semua komputer
bisa mengakses
internet tanpa harus menyambungkan ke server induk, sejalan penelitian yang
dilakukan oleh AA Jiwa Permana (2014) dalam
jurnalnya dia menyatakan bahwa pembangunan dan pengembangan lab komputer bukanlah
hal yang perlu diresahkan lagi dalam
dunia pendidikan karena sebuah lab dapat dibangun dengan dana yang relatif
terjangkau. Terlebih lagi bagi sekolah-sekolah yang mengalami kesulitan dana,
tentu alternatif pengembangan lab menggunakan switch dapat diterapkan supaya para peserta didik dapat menikmati
akses komputer untuk menunjang kompetensi mereka di era IT seperti saat ini. Penggunaan kabel UTP juga lumayan sangat
membantu, karena harganya
sangat terjangkau di pasaran. Hal ini diharapkan demi kemajuan pendidikan di Indonesia,
dalam rangka mencerdaskan anak bangsa sehingga dapat meningkatkan prestasi
belajar dan daya saing peserta didik di tingkat nasional maupun tingkat internasional.
Pengembangan jaringan komputer pada laboratorium akan
menggunakan jaringan tanpa kabel atau Wireless, sehingga
koneksi akan lebih cepat praktis
dan fleksibel mungkin
juga akan
bisa menghemat anggaran,
selain itu fungsi
intinya bisa di share melalui hotspot yang
ada dan bisa dimanfaatkan oleh semua yang tercover disitu, dan dalam praktikum peserta didik jika ingin mengakses internet tidak perlu menarik kabel dari server utama tetapi cukup dengan
menggunakan sinyal yang dipancarkan dari Wifi
atau akses point yang ada .
Sependapat dengan itu Yunus Irawan
(2012) dalam penelitiannya bahwa jaringan komputer nirkabel,
dalam bahasan selanjutnya menggunakan istilah Wireless Local Area
Network (WLAN) adalah sistem komunikasi data yang fleksibel yang
mampu menggantikan atau meluaskan jaringan yang sudah ada. Dengan menggunakan
teknologi frekuensi radio, WLAN dapat
bertukar data dengan perantaraan udara, menembus dinding pembatas, dan beberapa
struktur beton tanpa bantuan kabel. WLAN mampu menyediakan
kemampuan seperti jaringan kabel pada umumnya tanpa
ada batasan seperti
jaringan berkabel. Hal ini menjanjikan kebebasan dan keleluasaan
dalam jaringan seperti di laboratorium, ruang kelas, perpustakaan kantin, dsb .
Fungsi laboratorium dalam proses pendidikan adalah
sebagai sarana dan tempat untuk mendukung berjalannya proses
pembelajaran yang di dalamnya terkait
dengan pengembangan,
pemahaman, keterampilan, dan inovasi bidang ilmu sesuai
dengan kompetensi yang akan di capai, terkait itu pengembangan laboratorium Teknik Komputer Jaringan
SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon untuk meningkatkan SDM guru khususnya kemampuan ber IT, juga laboratorium bisa digunakan
sebagai kegiatan IT, bisnis center sehingga pembelajaran atau mata
pelajaran apapun bisa dilakukan di laboratorium ini dengan menggunakan fasilitas
yang ada.
F.
PENUTUP
Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa
organisasi laboratorium dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu Hardware & Software, perencanaan organisasi melibatkan stake holder mulai dari kepala sekolah sampai laboran, guru dan peserta didik sesuai dengan peran dan fungsinya.
topologi jaringan dimulai dengan merencanakan
kebutuhan alat baik software maupun hardware, dengan
bentuk topologi STAR. Kemudian desain laboratorium
menggunakan model klasik. Komponen dalam Kegiatan Operasional
Laboratorium Teknik Komputer Jaringan adalah; Sarana laboratorium pengadaannya
dianggarkan dari dana yayasan atau dana BOS yang sudah di atur dalam rencana
kerja anggaran sekolah atau RKAS. Dana operasional untuk laboratorium TKJ dari
uang yayasan atau dana BOS yang sudah di plot dalam rencana kerja anggaran
sekolah RKAS tiap tahun anggaran, dana untuk operasional laboratorium TKJ juga
bisa didapat dari luar. Sumber daya manusia dikelola secara berjenjang oleh
beberapa pihak. Kepala sekolah
sebagai pimpinan atau top manejemen melakukan pengorganisasian sumber daya manusia pengelola
laboratorium komputer seperti guru, koordinator laboratorium dan tenaga laboran
dilakukan oleh kepala sekolah. Dalam pengelolaan kegiatan operasional
jadwal pengunaan laboratorium perlu di buat dengan baik, karena dengan
pengaturan jadwal yang baik dapat membuat pembelajaran praktik dapat berjalan
dengan lancar. Peserta didik
atau peserta didik juga perlu untuk dikelola, di laboratorium TKJ SMKS Manba’ul ‘Ulum Cirebon peserta didik diorganisasikan dengan
baik oleh guru Produktif TKJ.Yaitu dengan dibuatnya tata tertib dan peraturan yang dibuat oleh pengelola laboratorium. Pembagian tugas dibawah
pimpinan kepala sekolah,
laboratorium TKJ mempunyai koordinator laboratorium yang bertugas dalam
pengadministrasian laboratorium juga membuat tata tertib dan peraturan di
laboratorium TKJ. Untuk
pemeliharaan laboratorium, dana diambil dari RKAS dan yayasan, petugasnya
adalah laboran dan guru juga bisa
membantu dalam perawatan komputer meliputi
berbagai hal mulai dari pembelian alat praktik atau komponen untuk
menggantikkan yang sudah rusak, (tool set)
untuk perawatan perangkat komputer dan jaringan dan perawatan kebersihan pemeliharaan rutin seperti
menghilangkan virus dan defrag
pada hardisk dilakukan 1 bulan
sekali oleh laboran atau guru yang
sedang mengajar. Pengembangan
laboratorium diprioritaskan untuk memenuhi standar laboratorium dengan menambah
jumlah peralatan sehingga
memenuhi alat rasio 1:1, topologi
dikembangkan dengan dengan model jaringan point to multipoint, laboratorium
sebagai kegiatan ekstra dan sebagai unit produksi service center
komputer sehingga laboratorium bisa menghasilkan income untuk pengembangan sekolah terkhusus
untuk pengembangan laboratorium Teknik Komputer Jaringan itu sendiri dan sebagai upaya melatih kewirausahaan peserta didik.
Hasil penelitian menyarankan bahwa demi kemajuan
dan perbaikan dalam hal pengelolaan pengembangan peneliti
memberikan saran sebagai berikut ; Pengelolaan laboratorium akan lebih maksimal
jika sekolah bisa menggandeng mitra dari perusahaan atau stake holder dunia
usaha dan industri sehingga fungsi laboratorium bisa dimaksimalkan misalnya
dengan membuka pelatihan sertifikasi dan uji kompetensi. Perlu dipertegas dalam
job description sehingga tupoksinya
bisa maksimal dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik, pengelolaan kegiatan
operasional laboratorium agar lebih diperhatikan, bagi waka sarpra
dalam pemenuhan rasio alat agar bisa mencapai 1:1, maka bisa menggunakan
teknologi N_Computing, sehingga dengan pengembangan ini biaya yang dikeluarkan akan sangat murah, agar bisa mengalokasikan anggaran
untuk perbaikan rutin sehingga akan mempengaruhi keberlanjutan laboratorium, bagi waka kurikulum
agar penjadwalan pemakaian
lab TKJ bisa direncanakan
sebelumnya sehingga tidak bertabrakan dengan kegiatan pelatihan IT ataupun kegiatan peningkatan SDM guru, pengelompokan laboratorium Teknik Komputer
Jaringan menjadi 2 lab yaitu lab hardware
& lab software, pemilihan
topologi untuk laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan
sebaiknya kedepan sudah beralih ke wireless
wifi dengan topologi meta network dengan jaringan tanpa kabel, sehingga desain
laboratorium akan lebih fleksibel dan lebih rapi. Selain itu juga akses
internet perlu ditingkatkan kecepatannya sehingga
fasilitas kegiatan IT akan berjalan dengan baik, sebaiknya laboran bersikap pro aktif didalam
melayani peserta didik saat melakukan praktikum dengan memantau peralatan atau komputer dan
pendukungnya yang dibutuhkan oleh peserta didik dengan menyiapkan peralatan sebelum dimulai
praktikum, dan mengontrol kondisi komputer apa sudah siap digunakan atau belum,
pengembangan laboratorium sebagai unit produksi atau service center sebaiknya melibatkan
guru-guru produktif yang berpotensi, namun idealnya tempatnya
dipisahkan dengan ruangan
praktikum sehingga tidak
mengganggu aktifitas peserta didik saat praktikum, untuk petugasnya bisa
dipiketkan setiap hari 2 peserta didik untuk memberikan layanan tersebut dengan
pengawasan guru produktif yang terlebih dahulu
harus dijadwalkan dan bagi peserta
didik harus aktif
mengikuti program ekstra
kurikuler teknisi komputer sehingga program service center dalam rangka mengembangkan pendidikan kewirausahaan
dan melatih psikomotor dan ketrampilan skiil,
peserta didik setelah mendapatkan ilmu pengetahuan dari kegiatan belajar
mengajar, akan menjadi
lancar.
DAFTAR
PUSTAKA
Agus Aan Jiwa Permana.(2014). Pengembangan Lab Komputer Sederhana
Berbasis Jaringan Multipoint Menggunakan Switch
Sebagai Sarana Penunjang Proses Pembelajaran. Jurnal
Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI), 3,(2), 55-56
Dwi Puji Hastuti.(2013).Pengelolaan Laboratorium Komputer di SMK Negeri 1
Yogyakarta.
Skripsi Fakultas Ekonomi,
UNY Yogyakarta.
Gokhan Gercek and
Naveed Saleem.(2006). Designing a Versatile Dedicated Computing Lab to Support
Computer Network Courses: Study USA.Journal
of Information Technology Education,(5), 12-15
Herman Dwi
Sudjono.(2011).Optimalisasi Pengelolaan
Laboratorium Komputer Workshop Pengelola Lab Komputer Multimedia & Pendidikan
teknik Dasar. Bantul Yogyakarta.
Moleong, Lexy J.(2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:PT.Remaja Rosdakarya
Miles,Matthew B. And A. Micchael
Huberman.(2008).Analisis Data Kualitatif. Penterjemah :
Tjetjep Rohendi
Rohidi.Jakarta : Universitas Indonesia.
Sugiyono.(2010). Metode
Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatifdan R&D.
Bandung : Alfabeta.
Sutama.(2015).Metode Penelitian Pendidikan.Cetakan ke IV. Kartasura:Fairuz Media Sutopo.(2002).
Metodologi Penelitian Kualitatif.Surakarta: UNS Press.
Xiongwei Sheen.(2012). The Research of Engineering
Laboratory management. Applied Mechanics
and Materials,174(177),4-5
Yunus Irawan.(2012).
Analisis Dan Perancangan Jaringan Komputer SDIST Ibnu Qoyyim Surakarta. IJNS.Indonesian Journal on Networking and
Security,1,(1), 5-6


Tidak ada komentar:
Posting Komentar